Tuesday, 3 November 2015
burger
Makanan yang dianggap mewah 30 tahun lalu . karena hanya disediakan di restoran.tidak ada warung yang jualan burger. Kecuali bule nyasar. kebiasaan makan orang indonesia waktu itu adalah nasi super mengenyangkan sepiring penuh dengan sayur, dan menu mewahnya adalah telur ayam dipotong seperEmpat dan yang terpenting, masih bisa nambah sekuat perutnya. Sebagai menu makanan restoran, tentu saja harga yang dipasang adalah harga yang kelewatan dengan porsi minimalis untuk meningkatkan prestisse dari sang pemakannya. kalo soal rasa, sangat berbeda dari yang orang harapkan dari makanan mewah. Fenomena ini terjadi karena orang kaya baru tahun 90’an an itu masa kecilnya memiliki menu makanan bergizi penuh karbohidrat, protein yang rendah kalsium, seperti singkong, tempe, tahu, mendoan, arem-arem dll. Bisa dilihat bagaimana lidahnya shock kitika harus menerangkan rasa mewah dari burger? Tidak hanya inddonesia yang merasakan hal seperti itu, orang jepang juga. Karena kebiasaan makan unggas dan mamalia dalam frekuensi banyak tejadi setelah perang dunia ke 2.Japanese suka makan Ikan. Di moscow banyak menu makanan mewah dari negara lain. Tapi russian tidak suka. Kalo dipaksakan maka restoran jadi gulung tikar. Karena itu diciptakan variasi lain yang sesuai dengan lidah russia.jad kalo japanese makan sushi dirusia lidah mereka kesleo. Itu artinya bisnis ssushi dirussia baik-baik saja. itulah pentingnya studi pasar bagi seorang pembisnis
. tapi kini banyak orang yang menjajakan burger berkelilling dijalan. Tanpa harus berpakaian necis penuh semprot wewangian. Dan mulai mengkombinasi cita rassa lokal. Jadi upin ipin pun pasti suka. Yang beli makin banyak.
No comments:
Post a Comment